Jumat, 17 Desember 2010

Minum Teh Campur Susu, Berdampak Baik atau Buruk?


Beberapa dari kita mungkin sangat menikmati minum susu yang dicampur dengan teh karena rasanya yang nikmat, namun apakah kita tahu dampak yang dihasilkan dari mencampur teh dengan susu yang kita minum bagi tubuh kita?
Banyak yang menyarankan, agar jangan mencampurkan susu pada teh yang kita minum. Walau menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 1998 and 2001, mencampurkan susu pada teh tak akan mengurangi manfaat keduanya.
Peneliti menemukan senyawa susu yang tidak mengganggu penyerapan dari senyawa teh yang disebut catechin, yang disebut-sebut sebagai zat yang bermanfaat bagi kesehatan yang dikandung teh hijau.

Namun penelitian tahun 2002 menunjukkan hasil berbeda. Para peneliti menemukan bahwa teh seduh, ketika ditambahkan ke sel-sel lemak tikus laboratorium, meningkatkan aktivitas insulin oleh lebih dari 15 kali. Menambahkan lemon ke dalam teh tidak mempengaruhi aktivitas insulin. Tetapi menambahkan 50 gram susu dapat menenurunkan aktivitas insulin hingga 90 persen.

Penelitian tahun 2006 menghasilkan temuan, manfaat teh hijau dan hitam terhadap jantung berkurang apabila dicampur dengan susu. "Konsumsi teh hitam terbukti bermanfaat bagi pengurangan risiko serangan jantung koroner di Belanda, juga di Amerika serikat, namun tidak di Inggris. Pasalnya, masyarakat Inggris biasa mengonsumsi teh hitam dengan dicampur susu sebelumnya," ujar Cheng, ilmuwan yang melakukan penelitian itu.

Penelitian lain yang dilakukan Cabrera membuktikan, minum teh dengan susu tak berpengaruh pada penyerapan catechin, tapi mungkin akan menurunkan derajat antioksidannya.

Namun hasil penelitian yang lebih mengejutkan datang dari para pakar di Jerman. Menambahkan susu dalam teh, menurut mereka, bisa "memblokir" kemampuan teh melebarkan pembuluh darah dan manfaat antioksidan, dua hal yang penting bagi kesehatan jantung dan sistem kardiovaskuler.

Studi yang dipublikasi European Heart Journal ini dihajat tim ilmuwan dari University of Berlin's Charité Hospital. Penelitian ini melibatkan 16 wanita sehat yang diwajibkan minum setengah liter teh hitam tiap hari, tanpa susu, dan hanya air hangat sebagai kontrol. Sebelum dan sesudah minum, para wanita ini dilakukan USG untuk melihat peregangan pembuluh darah di lengan mereka.

Hasilnya, pembuluh darah mengalami pelebaran setelah minum teh secara kontinyu. Namun, fungsi ini terhenti saat mereka mencampurkan susu dalam minuman itu. Inilah yang menjelaskan mengapa kebiasaan minum teh orang Inggris tidak secara signifikan berpengaruh bagi kesehatan jantung mereka.

Bagaimana bila ingin minum teh dengan susu? Situs www.amazing-green-tea.com menyarankan untuk mencampurnya bukan dengan susu sapi tapi dengan susu kedelai.
 sumber : www.amazing-green-tea.com dan www.republika.co.id

Minggu, 28 November 2010

Manfaat Kulit Apel Bagi Kesehatan


Semua orang pasti sudah tahu kalau Apel mengandung banyak manfaat untuk kesehatannya. Akan tetapi kalau manfaat  dari kulit apel mungkin belum banyak yang tahu. Yang jelas jangan buang kulit apel. Alasannya sederhana saja, karena kulit apel mengandung quercetin - zat yang dibutuhkan guna meningkatkan kadar antioksidan guna mencegah berbagai macam penyakit. 


Hasil penelitian para ahli dari Cornell University menyatakan bahwa hanya apel, buah yang memiliki quercetin. Itu sama artinya apel mampu menyediakan antioksidan setara 1.500mg vitamin c dari ekstrak apel segar dari apel ukuran medium.
Lalu hasil penelitian juga menunjukan, satu apel yang dimakan setiap hari mampu mengurangi kolestrol hingga 10%. Zat fitokimianya berfungsi melawan radikal bebas dan menekan kadar kolestrol jahat (LDL). Dan, seratnya yang tinggi, dipastikan mampu menahan datangnya lapar.
Sementara itu Dr. Barry Sears dalam bukunya The Top 100 Zone Foods menyatakan apel adalah buah luar biasa yang sanggup mengontrol gula darah. "Apel adalah sumber serat yang dapat larut dengan baik, terutama pectin yang membantu kadar insulin, memperlambat pengeluaran gula ke dalam aliran darah. Pectin juga mampui mengurangi kadar kolesterol dengan mengurangi pengeluaran insulin," paparnya.
Semua hasil itu, sebenarnya sudah terbukti sejak zaman mitologi. Kala itu, buah apel sudah dikaitkan dengan penyembuhan penyakit bagi Dewa Apollo. Menurut tabib Hippocrates dan Galen, kebiasaan memakan buah apel sangat menguntungkan bagi pencernaan. Itu karena apel yang sudah dimakan mulai menjamur, dan efeknya sangat baik untuk pencernaan.
Sumber : inilah.com, sehatzblog.blogspot.com.

Inilah 7 Fakta Tentang Coklat

Inilah 7 Fakta Tentang Coklat

1.Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528, dan oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Coklat kemudian menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan pabrik coklat di Massachusetts, Amerika Serikat. 


2.Coklat ternyata berkhasiat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang. Suatu studi epidemiologis telah dilakukan pada mahasiswa Universitas Harvard yang terdaftar antara tahun 1916-1950. Dengan menggunakan food frequency questionnaire berhasil dikumpulkan informasi tentang kebiasaan makan permen atau coklat pada mahasiswa Universitas Harvard.





3.Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat adalah penyebab mengapa mereka bisa berusia lebih panjang. Fenol ini juga banyak ditemukan pada anggur merah yang sudah sangat dikenal sebagai minuman yang baik untuk kesehatan jantung. Coklat mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker.





4.Sepertiga lemak yang terdapat dalam coklat adalah asam oleat yaitu asam lemak tak jenuh. Asam oleat ini juga dominan ditemukan pada minyak zaitun. Studi epidemiologis pada penduduk Mediterania yang banyak mengkonsumsi asam oleat dari minyak zaitun menyimpulkan efek positip oleat bagi kesehatan jantung.





5. Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga). Konon Raja Montezuma di jaman dahulu selalu mabuk minuman coklat sebelum menggilir harem-haremnya yang berbeda setiap malam.





6. Katekin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam coklat. Salah satu fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi. Katekin juga dijumpai pada teh meski jumlahnya tidak setinggi pada coklat. Orang tua jaman dahulu sering mempraktekkan cuci muka dengan air teh karena dapat membuat kulit muka bercahaya dan awet muda. Seandainya mereka tahu bahwa coklat mengandung katekin lebih tinggi daripada teh, mungkin mereka akan menganjurkan mandi lulur dengan coklat.


7.Coklat juga mengandung theobromine dan kafein. Kedua substansi ini telah dikenal memberikan efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu ketika kita terkantuk-kantuk di bandara atau menunggu antrian panjang, makan coklat cukup manjur untuk membuat kita bergairah kembali.

Sumber : whooila.com